Uncategorized

INOVASI DAN KEWIRA USAHAAN

Pertemuan 1.

Sumber-Sumber Inovasi:

DORONGAN LITBANG DAN PENGGALIAN POTENSI INOVATIF PADA PERUSAHAAN

Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan melihat suatu peluang bisnis, kemudian mencari sumber daya agar terwujudnya bisnis tersebut kemudian memastikan bahwa bisnis tersebut akan berjalan dengan sukses.

Kewirausahaan juga dapat diartikan suatu kreasi dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi suatu individu atau masyarakat.

Jumlah enterpreneur indonesia di akhir 2014 menurut menteri koperasi dan UKM , 1.65% dari penduduk Indonesia, pada tahun 2005 hanya 0.18%, tahun 2012 sekitar 1.56%. Mentri juga mengharapkan melalui GKN (Gerakan Kewirausahaan Nasional) jumlah ini dapat meningkat minimal menjadi 2% pada akhir 2015.

(sumber:http://sibanu.com/home/read/manusia-empat-kuadran-robert-t-kiyosaki) Robert kiyosaki dalam bukunya “The Cashflow quadrant” membagi menjad empat kuadran sumber aliran pemasukan (cashflow) :

Kuadran satu EMPLOYEE

Kuadran ini berada pada kolom kiri atas. Kolom ini mewakili orang yang masih bekerja pada orang lain dan tiap bulan cashflownya bersumber hanya pada gaji yang di terima setiap bulannya. Kebanyakan dari kita sudah di set mindsetnya untuk menjadi seorang karyawan. Mungkin kamu waktu kecil juga termasuk anak yang di nasehati orang tuanya seperti ini “Nak, kamu sekolah yang bener, biar nanti cari kerjanya yang enak, gajinya besar”. Nah, hayoo siapa yang senyum – senyum sendiri pasti merasa seperti itu. :p

Kuadran dua SELF-EMPLOYED

Kuadran ini ditempati oleh kamu – kamu yang sedang merintis bisnis, dan bekerja pada bisnis kamu sendiri. Cashflow kamu dihasilkan dari usaha yang kamu sebagai penggeraknya. Misal, kamu tidak bekerja, dan sumber penghasilan kamu dengan berdagang atau membuka jasa pembuatan website. Dan hanya dari situ saja penghasilan kamu. Maka kamu termasuk kuadran ini. Semangat ya.. jalanin bisnisnya. 😉

Kuadran tiga BUSINESS OWNER

Kuadran ini ditempati oleh kamu – kamu yang memiliki bisnis dan kamu tidak terlibat langsung dalam proses harian bisnis. Artinya kamu telah mempekerjakan orang lain sebagai karyawan atau anak buah kamu untuk menjalankan bisnis. Ini yang sering bikin orang pengen bangun bisnis. Bisnisnya jalan, pemiliknya jalan – jalan. Heheheh enak ya..

Kuadran empat INVESTOR

Kuadran ini untuk kamu yang mendapatkan penghasilan atau sumber cashflownya dari hasil investasi. Kamu menggunakan dana yang kamu miliki untuk berinvestasi di beberapa perusahaan atau bisnis. Saran saya, lebih baik invest sebesar 10 persen di 10 perusahaan. Di banding invest 100% disatu perusahaan.

 

CATEGORY OF TECHNOLOGY INNOVATIONS

Technology Push: Berawal dari sebuah ketidakpuasan peneliti (baik peneliti internal/eksternal) terhadap suatu produk yang sudah ada, kemudian memperkenalkannya ke publik. Technology Push tidak melibatkan riset pasar, berawal dari research and development, memasarkan ke publik, dan menghasilkan produk yang kreatif dan destruktif dipasaran.

Uncategorized

MOTIVASI KONSUMEN

Berikut ini merupakan video yang bertemakan “Motivasi Konsumen”,

Consumer Motivation comes from inner state of individual that force consumers to behave to meet their needs.
Consumer motivation is the results of unfulfilled needs that produce state of tensions that force consumers to fulfill their needs.
Needs can be classified as primary and secondary needs; and utilitarian and expressive needs.
Consumer Behavior Class IKK 233
Ujang Sumarwan, Ph.D, Professor
Department of Family and Consumer Sciences College of Human Ecology
Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor – IPB) Indonesia

### More Info ###
Visit http://sumarwan.staff.ipb.ac.id/
Twitter https://twitter.com/UjangSumarwan
Instagram https://www.instagram.com/ujangsumarwan/

Uncategorized

Pengambilan Keputusan Konsumen – Consumer Behavior

Berikut merupakan Video yang bertemakan “Pengambilan Keputusan Konsumen” yang dibuat oleh Mahasiswa IPB di bawah bimbingan Prof Ujang Sumarwan, Ph.D

### More Info ###

Visit http://sumarwan.staff.ipb.ac.id/

Twitter https://twitter.com/UjangSumarwan

Instagram https://www.instagram.com/ujangsumarwan/

### Video Credits ###

Dika Anggari – https://id.linkedin.com/in/dika-angga…

Eka Nindya

Risma

Vanya

Brendy Wahyu – https://twitter.com/brendyws

Muhmidar Rahmat – https://www.linkedin.com/in/muhmidar-…

Indra Nugraha

Cheerful Whistling – Ryan Ancona

Happiness – Ryan Ancona

Montauk Point – Kevin Macleod

Serambi Botani – http://serambibotani.com/

Uncategorized

MARKETING PLAN KELOMPOK 1-E56: IKLAN ZENZERO “GREAT TASTE FOR GREAT PEOPLE”

 

xbanner zenzero

Uncategorized

Kuis Manajemen Pemasaran: MOTIVASI DAN KEBUTUHAN KONSUMEN

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN KONSUMEN

Konsumen ialah seseorang maupun kelompok yang melakukan konsumsi dan menghabiskan barang dan jasa. Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi proses keputusan konsumen :
1. Kegiatan/strategi pemasaran yang dilakukan oleh :
2. Individu konsumen
3. Lingkungan

Faktor Individu Konsumen

Faktor individu konsumen terdiri dari, motivasi, kepribadian konsep diri, proses pengolahan informasi dan persepsi konsumen, proses belajar konsumen, pengetahuan konsumen, dan sikap konsumen. Motivasi adalah daya dorong yang ada di dalam diri konsumen, daya dorong ini yang akan mengakibatkan suatu konsumen melakukan tindakan yang bertujuan. Motivasi muncul karena kebutuhan konsumen, kebutuhan muncul karena adanya kesenjangan yaitu apa yang dia rasakan dengan apa yang ingin dia rasakan. Contohnya rasa lapar, ketika seseorang merasa lapar maka inilah yang mendorong seorang konsumen pergi ke restoran untuk mencari makanan. Teori Schiffman dan Kanuk menggambarkan bagaimana pertama konsumen merasakan kesenjangan yang menimbulkan tekanan, stress, dan memberi dorongan kepada konsumen untuk melakukan sutu tindakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan pada akhirnya menurunkan tensi tekanan yang dirasakan konsumen.
Kebutuhan dapat muncul karena dua faktor, faktor pendorong dan faktor manfaat. Faktor pendorong contohnya yang pertama ialah kebutuhan yang dirasakan konsumen akan mucul dari dalam diri konsumen sendiri atau kebutuhan primer/fisiologis (lapar, haus, dll..), seringkali kebutuhan fisik yang dirasakan konsumen tidak disadari oleh konsumen, yaitu kebutuhan laten/tertidur. Kebutuhan laten atau tertidur ini akan muncul ketika seorang ahli menyatakan demikian. Kedua adalah kebutuhan sekunder, yaitu ketika konsumen dipengaruhi lingkungan.
Faktor manfaat contohnya kebutuhan utilitarian dan kebutuhan hedonik atau ekspresif (psikologis). Contoh kebutuhan utilitarian misalnya seorang konsumen kesulitan membuka suku cadang mobil, maka ini akan mendorong konsumen untuk mencari alat yang berfungsi untuk membuka suku cadang mobil. Contoh kebutuhan hedonik misalnya seorang konsumen harus memakai pakaian merek Arrow, karena merasa lebih pantas dan dihargai.

Merumuskan Strategi Pemasaran Berdasarkan Motivasi dan Kebutuhan Konsumen
Mengetahui beragam motivasi dan kebutuhan yang dimiliki oleh konsumen kemudian mengelompokan konsumen berdasarkan motivasi dan kebutuhannya dalam membeli produk akan sangat berguna bagi pemasar untuk memahami konsumen, menetapkan strategi dalam menentukan target pasar mana yang akan digarap, dan produk seperti apa yang akan dilempar ke target pasar tersebut . Misalnya produk pakaian Arrow yang memahami bahwa ada sebagian konsumen yang menginginkan pakaian yang bukan hanya sekedar dapat menutupi pakaian mereka saja namun dapat membuat mereka lebih percaya diri dan merasa lebih dihargai saat mereka memakainya

Uncategorized

UJIAN AKHIR TAKE HOME SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

RIZKI RAHMADIAN MU

P056154692.56E

Eksekutif 56 Jakarta

TUGAS NO 1

 

The New York Times and Boston Scientific:

Two Different Ways of Innovating with Information Technology

 

  1. As stated in the case, The New York Times chose to deploy their innovation support group as a shared service across business units. What do you think this means? What are the advantages of choosing this approach? Are there any disadvantages?
  2. Boston Scientific faced the challenge of balancing openness and sharing with security and the need for restricting access to information. How did the use of technology allow the company to achieve both objectives at the same time? What kind of cultural changes were required for this to be possible? Are these more important than the technology-related issues? Develop a few examples to justify your answer.
  3. The video rental map developed by The New York Times and Netflix graphically displays movie popularity across neighborhoods from major U.S. cities. How would Netflix use this information to improve their business? Could other companies also take advantage of these data? How? Provide some examples.

Jawaban

Shared Service adalah business model yang memungkinkan sumber daya yang ada di suatu organisasi untuk di share kepada seluruh elemen yang ada di dalam organisasi tersebut misalnya untuk level customer-service yang sudah ditentukan sebelumnya. Shared service bisa juga berarti penyediaan sebuah pelayanan oleh satu bagian dari sebuah organisasi atau grup di mana service tersebut sebelumnya sudah ditemukan di dalam lebih dari satu bagian dari organisasi atau perusahaan tersebut. Secara harafiah, shared service adalah sebuah layanan yang di-share atau dibagi pemakaian atau penggunaannnya oleh beberapa ataupun semua bagian entitas di dalam sebuah organisasi.

Pada kasus The New York Times, R&D group pada perusahaan ini memutuskan untuk beroperasi sebagai shared service dihampir seluruh duapuluh empat surat kabar, stasiun radio, dan lebih dari 50 Web site. Keputusan grup R&D ini sudah tepat karena tujuan dari grup R&D ini, seperti yang dikatakan oleh Michael Zimbalist, Vice President R&D, ialah untuk mempercepat pergerakan perusahaan agar bisa masuk kedalam platform baru dengan cara mengidentifikasi peluang, melakukan kenseptualisasi, dan merancang ide-ide. Shared service sangat tepat diterapkan sehingga tujuan grup R&D ini dapat tercapai.

Keuntungan yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services :

  1. Cost-efficiency or Economies of Scale, sistem shared services ini pastinya akan lebih hemat secara cost untuk pihak The New York Times.
  2. Jika ada satu inovasi positif yang ingin diterapkan oleh pihak The New York Times akan bisa langsung disampaikan dan diterima oleh semua business units yang terhubungkan secara sistem shared services oleh pihak The New York Times
  3. Adanya sebuah proses yang sudah terstandardisasikan untuk keseluruhan business units yang tergabung dalam network The New York Times.
  4. Common Technology Platform, transformasi yang terkoordinasi antara front, middle dan back-offices yang tergabung dalam network shared services
  5. Semua Operating units bebas untuk fokus kepada proses operasional mereka dan external customers. Jika suatu saat muncul masalah, mereka bisa kembali kepada Shared services untuk support.
  6. Decision Support, data yang dianalisa dan disampaikan adalah data yang sudah reliable dan sudah siap untuk dieksekusi.
  7. Flexibility, shared services bisa disumberkan melalui berbagai multiple delivery channels dan berbagai lokasi geografis.
  8. Scalability, shared services delivery model bisa diukur untuk akuisi dari segi dan aspek geografis dan ekspansi service scope dengan biaya tambahan yang relatif rendah.

Pertumbuhan penggunaan shared services dalam kehidupan berbisnis secara terus menerus dihubungkan dengan restrukturisasi bisnis dalam skala yang lebih besar dan juga terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan entitas bisnis secara keseluruhan di dunia ini dan juga kegunaannya untuk membentuk sebuah platform atau landasan yang kokoh untuk pertumbuhan global yang bertumbuh secara cepat. Secara umum, faktor pendorong yang kuat untuk mengimplementasikan shared services sering sekali berhubungan dengan biaya, kualitas, kecepatan, dependablity, dan fleksibilitas.

Kerugian yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services :

  1. Resistence to Change, perubahan manajemen yang efektif harus menjadi sebuah komponen dari implementasi shared services tersebut, tanpa memandang bulu sumbernya.
  2. Legacy Systems, walaupun selalu tidak menjadi mungkin, shared services dan integrasi sistem adalah bagian dari proyek transformasi yang bisa menghasilkan hasil yang sukses. Keterbatasan dari legacy bisa membuat hasil yang diinginkan tidak optimal.
  3. Leadership, ada saat yang sulit di mana semua orang harus mempunyai pandangan yang sama pada saat ada kebijakan yang ingin diterapkan
  4. Shared Service Team, perilaku dan kemampuan yang telah ditentukan oleh sebuah team yang service-oriented diprioritaska untuk memungkinkan dan memampukan teknologi untuk mengoptimalisasi proses yang bisa jadi tidak eksis dalam organisasi hari ini. Pastikan dalam menentukan orang yang tepat sebelum kita memulainya.

Secara umum, kelemahan dari shared services adalah proses lebih panjang dan lebih kompleks. Sistem akan memerlukan infrastruktur teknologi informasi yang lebih baik dan dana yang tidak sedikit.

  • Dengan menerapkan active security atau sebuah sistem sekuritas aktif yang secara reguler memonitor siapa saja yang mengakses, apa yang diakses, serta menyesuaikan akses seiring perubahan kondisi bisnis. Boston Scientific membangun software sekuritas yang memajukan perusahaan, tanpa mengurangi keamanan data perusahaan. Boston Scientific menggunakan software Invention Machine’s Goldfire, yang memberikan perpaduan antara keterbukaan dan keamanan dari database yang dimiliki. Software Goldfire membuat sebuah workflow yang berjalan secara otomatis seperti menganalisa pasar dan memanfaatkan sebanyak mungkin hak milik intelektual perusahaan. Invention Machine’s Goldfire memadukan data perusahaan secara internal dengan informasi yang publik, seperti database pemerintahan pusat. Para ilmuwan dapat menggunakan perangkat lunaknya untuk menemukan hubungan antara sumber yang berbeda dengan melandaskan pada kesamaan ide kemudian mencari hubungan dalam berbagai sumber. Akhirnya para insinyur dapat menggunakan berbagai macam analisis untuk mendapatkan ide produk baru dan mempelajari kelayakannya.

Perubahan budaya yang perlu dilakukan agar sistem ini memungkinkan dapat berjalan dan memberikan dampak maksimal ialah budaya keterbukaan, sebelum diberlakukannya sistem ini para pegawai sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang tertutup antara lini yang satu dengan lini yang lainnya, apabila kebiasaan tertutup ini terus dijaga, maka sistem baru ini tidak akan memberikan dampak yang maksimal. Budaya keterbukaan ini maksudnya ialah keterbukaan antar lini yang berkaitan. Perlu juga dilakukan edukasi pengenalan mengenai sistem baru yang akan di berlakukan ini, apa fungsi, manfaat, dan tujuan atau target dari penerapan sistem ini .Agar memperjelas lini mana saja yang memiliki keterkatian satu sama lainnya, eksekutif perlu memberikan edukasi terlebih dahulu. Selanjutnya dilakukan kontrol atau monitoring pada para pekerja mengenai akses data oleh eksekutif. Adanya sharing khusus antar pegawai yang dilakukan secara rutin mengenai dampak adanya sistem baru ini, sehingga dapat ditemukan apakah masih terdapat kekurangan atau kelemahan dalam sistem ini.

Menurut saya, perubahan budaya ini lebih dapat dikatakan sama pentingnya dengan sistem yang digunakan, karena setiap sistem baru memerlukan budaya baru agar dapat memberikan hasil maksimal, dan begitu pula sebaliknya dalam kasus ini perubahan budaya saja tidak akan memeberikan hasil apa-apa apabila tidak ada sistem baru yang mengakomodir tujuan dari perusahaan.

Disayangkan, banyak perusahaan gagal mentrasfromasikan perusahaannya akibat merubah kultur tidak melewati proses demi proses dengan kata lain menempatkan perubahan kultur pada langkah pertama bukan sebagai tujuan akhir, bahkan banyak pula yang mengesampingkan budaya dalam melakukan perubahan. Padahal, kita ketahui bahwa budaya yang adalah norma-norma kelompok dan nilai-nilai yang diyakini bersama merupakan hambatan terbesar untuk melakukan perubahan yang seharusnya semua itu tidak perlu menghambat. Kultur bisa mempermudah adaptasi seandainya perusahaan memiliki kultur yang tepat hasil proses perubahan budaya. Budaya perusahaan yang kuat tidak akan mudah mengalami goncangan, ia mampu beradaptasi dan selalu menang dalam menangkap peluang, dan menang dalam kancah pertarungan global. Demikianlah membangun budaya organisasi atau pelakukan perubahan budaya organisasi adalah pilihan wajib bagi perusahaan untuk dapat berhasil menggapai segala tujuannya. Tekanan globalisasi, deregulasi berbagai bidang, perubahan teknologi yang pesat, persaingan pasar yang ketat telah memaksa semua pemimpin perusahaan dimanapun untuk memimpin organisasinya dalam perubahan budaya. Hampir semua perusahaan global yang popular dewasa ini memiliki budaya perusahaan yang sangat kuat.

Data ini sangat lah bermanfaat bagi bisnis Netflix, data tersebut dapat dijadikan sebagai landasan Netflix dalam merancang strategi pemasarannya untuk mengembangkan bisnisnya, misalnya penentuan segmentasi wilayah pemasaran melalui data film mana yang menjadi favorit disuatu wilayah, genre film apa yang disukai di suatu wilayah, selain itu Netflix bisa memastikan bahwa ketersedian film yang diminati cukup ketersediaannya.

Data yang dipublish ini tentunya dapat dimanfaat oleh kompetitor untuk melakukan hal yang sama oleh Netflix, bahkan bisa jadi data Netflix ini dijadikan landasan perusahaan kompetitor untuk menyerang Netflix.

Hal ini dapat dilakukan perusahaan lain/kompetitor karena mereka dapat menggunakan database map yang menampilkan rental Netflix yang paling populer, database ini juga bisa sekaligus dapat digunakan untuk mengeksplorasi book rental service data. Database tersebut sangat bermanfaat bagi perusahaan lain. Akan lebih baik jika Netflix sendiri memilih-milih data mana yang tetap layak dan mana yang sebaiknya tidak di tampilkan dalam database map tersebut.

 

TUGAS NO 2

  1. Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: www.amazon.com ; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas penerapan E Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com ; www.lazada.co.id ; www.tokopedia.com ; www.traveloka.com ; www.blibli.com . Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E Commerce tersebut.

 JAWABAN

 Ringkasan

 E-commerce merubah suatu bentuk kompetisi, kecepatan dari suatu aksi, perampingan interaksi, produk, dan proses pembayaran dari konsumen ke perusahaan dan dari perusahaan ke suppliers.

Figure 9.2 menunjukkan tahapan dari proses bisnis antara lain, pemasaran, pembelian, penjualan, dan pelayanan produk dan pelayanan produk dan pelayanan dalam perusahaan yang terlibat dalam e-commerce.Keunggulan dari e-commerce ialah memungkinkannya suatu bisnis tampil secara virtual dimanapun. E-commerce mampu menghilangkan atau mengeliminasi geophysical barriers.Sistem yang dibutuhkan oleh e-commerce dapat dilihat pada figure 9.3.

E-commerce terbagi kedalam beberapa kategori, business-to-consumer (B2C), consumer-to-comsumer (C2C), dan business-to-business (B2B). Sembilan komponen utama dari e-commerce process architecture yang merupakan pondasi dari e-commerce yang sekarang digunakan diberbagai perusahaan, figure 9.4.

Pembayaran merupakan salah satu proses penting atau vital dalam transaksi e-commerece. Oleh karena itu beragam cara pembayaran elektronik terus berkembang, antara lain web payments, electronic funds transfer, dan secure electronic payments.

e-Commerce Success Factors

1 Selection and Value. Attractive product selections, competitive prices, satisfaction

guarantees, and customer support after the sale.

2 Performance and Service. Fast and easy navigation, shopping, and purchasing, and

prompt shipping and delivery.

3 Look and Feel. Attractive Web storefront, Web site shopping areas, multimedia product

catalog pages, and shopping features.

4 Advertising and Incentives. Targeted Web page advertising and e-mail promotions,

discounts, and special offers, including advertising at affiliate sites.

5 Personal Attention. Personal Web pages, personalized product recommendations,

Web advertising and e-mail notices, and interactive support for all customers.

6 Community Relationships. Virtual communities of customers, suppliers, company

representatives, and others via newsgroups, chat rooms, and links to related sites.

7 Security and Reliability. Security of customer information and Web site transactions,

trustworthy product information, and reliable order fulfillment.

8 Great Customer Communication. Easy-to-find contact information, online order

status, product support specialists.

 

e-Commerce Marketplaces
1 One to Many. Sell-side marketplaces. Host one major supplier, who dictates product

catalog offerings and prices. Examples: Cisco.com and Dell.com .

2 Many to One. Buy-side marketplaces. Attract many suppliers that flock to these

exchanges to bid on the business of a major buyer like GE or AT&T.

3 Some to Many. Distribution marketplaces. Unite major suppliers who combine their

product catalogs to attract a larger audience of buyers. Examples: VerticalNet and

Works.com .

4 Many to Some. Procurement marketplaces. Unite major buyers who combine their

purchasing catalogs to attract more suppliers and thus more competition and lower

prices. Examples: the auto industry.

5 Many to Many. Auction marketplaces used by many buyers and sellers that can create

a variety of buyers. Examples: eBay and FreeMarkets.

 

Ulasan Amazon.com

Pada tahun 1994 Jeff  Bozes mendirikan perusahaan ini dan memulai publikasi pada masyarakat pada tahun 1995. Sebelumnya perusahaan yang dibangun Bozes ini bernama ‘Cadabra’ yang dirilis pada 5 Juli 1994. Bozes mengambil keputusan untuk mengganti nama Cadabra yang dirasa sangat mengerikan dan kurang menjual menjadi Amazon. Nama Amazon.com dirasa lebih istimewa dan tentunya akan mudah dicari karena dengan awalan A maka akan berada dalam daftar paling atas sendiri. Selain itu, dia juga ingin perusahaan yang dibangunnya menjadi besar seperti sungai terpanjang dan eksotis yang ada di Amerika.

Sebagai salah satu toko online terbesar yang ada di dunia, amazon menawarkan layanan diantaranya penjualan barang retail, software dan lisensi untuk semua perangkat, konten digital, permainan & barang yang bernilai seni juga dijual di situs ini.

Internet memungkinkan konsumen untuk langsung memesan produk ke produsen dengan mem-bypass saluran distribusi tradisional. Pada awal kemunculannya, Amazon.com hanya dikenal sebagai online book store yang memperantarai penerbit dan pembeli buku yang pada akhirnya memberikan ide pada hampir setiap industri tentang kemungkingan-kemungkinan setiap industri untuk memperbaharui bentuk dari distribusi. Amazon.com termasuk kedalam kategori B2C (Business to Customer), kini Amazon.com bukan hanya menawarkan produk buku saja, namun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Amazon.com menawarkan berbagai macam produk.

Proses pembayaran pada Amazon.com telah menerapkan secure electronic payments, karena pada proses pembayaran sudah menggunakan akun pembayaran seperti Visa. Secara keamanan Amazon.com merupakan situs yang sangat dipercaya keamanannya, sehingga konsumen tak perlu khawatir dengan barang yang sudah dibeli tidak sampai ketangannya setelah ia membayarnya.

Amazon.com dapat dikatakan sudah memenuhi faktor-faktor sukses sebagai e-commerce antara lain :

  1. Selection and Value. com menyerahkan tanggung jawab dalam melakukan seleksi barang yang dijual beserta harga yang dicantumkan langsung kepada para penjual yang sudah membuat acount sebagai penjual di Amazon.com. Penjual akan menanggung resikonya sendiri apabila menjual barang yang buruk.
  2. Performance and service. com memberikan gratis jasa antar (free shiping) pada beberapa produk, kemudian memberikan potongan-potongan harga, dan menunjukan secara rinci biaya apa saja yang dikenakan kepada konsumen. Untuk menjaga performa dan pelayanannya terhadap konsumen, Amazon.com selalu memberikan suatu pemberitahuan pada para penjual untuk mengirimkan barangnya yang sudah dibayar konsumen dengan jangka waktu 2 hari.
  3. Look and fell. com mendesain websitenya dengan kombinasi warna yang dirasa cukup elegan, selain itu tampilan yang user frendly sangat memudahkan konsumen dan penjual untuk membeli dan menjual produknya.
  4. Advertising and Incentives. Seringkali Amazon.com memberikan diskon-diskon pada produk yang dijualnya, bahkan pada saat awal konsumen mengunjungi Amazon.com langsung disuguhkan barang apa yang sedang promo pada saat itu. Pada sisi penjual, Amazon.com mengklaim bahwa “Over 40% of our profits come from selling on Amazon”.
  5. Personal attention. com menyediakan fasilitas filter bagi konsumen untuk memilih kriteria produk sesuai dengan keinginannya secara cepat.
  6. Community relationship. Amazon.com menyediakan fasilitas yang memungkinkan pembeli dan pembeli ataupun pembeli dan penjual untuk saling berdiskusi mengenai produk serta salim memberikan pengalamannya setelah menggunakan produk yang dibelinya. Pembeli pun dapat menilai barang dan pelayanan yang diberikan oleh penjual.
  7. Security and reliability. Kerahasiaan data pembeli dan penjual sangat dijaga dengan aman. Konsumen difasilitasi dengan prosudur pembayaran yang aman.
  8. Great customer communication. Konsumen secara mudah dapat mengecek sudah pada tahapmana proses pembelian yang dilakukannya.

Ulasan Blibli.com

Blibli.com didirikan oleh PT Global Digital Niaga yang juga merupakan Djarum Group. Blibli.com mengusung konsep online mall. Blibli.com menggandeng IBM sebagai partner dan melakukan investasi besar pada infrastruktur karena mereka yakin bahwa dasar yang kuat nantinya akan menciptakan suatu kekuatan yang besar bagi bisnisnya.

Blibli.com menawarkan lebih dari 25.000 produk yang terbagi kedalam 8 kategori utama (Electronics, Handphone, Men’s, Women’s, Interests & Entertainment, Kids & Baby, Culinary, dan Automotive).

Sama halnya dengan Amazon.com, Blibli.com mennyediakan metode pembayaran yang aman. Metode pembayaran yang disediakan cukup beragam, konsumen dapat menggunakan kartu kredit, internet banking, dan transfer. Kartu kredit yang dapat digunakan dapat berjenis Visa ataupun Master Card yang diterbitkan oleh semua bank di Indonesia.

Bersaing dengan Tokopedia.com, Bukalapak.com, Mataharimall.com, Kaskus.com, Olx.co.id, dan Lazada.co.id, Blibli.com berusaha untuk melengkapi semua faktor pendukung kesuksesan suatu e-commerce agar bisa bersaing secara kompetitif dengan para pesaingnya, antara lain :

  1. Selection and Value. com melakukan seleksi ketat terhadap para penjualnya. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas produk-produk yang dijualnya blibli.com.
  2. Performance and service. com memberikan gratis jasa antar pada beberapa produk, menyediakan fasilitas bayar di tempat (COD), dan bekerjasama dengan dropbox 7-eleven, adanya potongan-potongan harga, dan menunjukan secara rinci biaya apa saja yang dikenakan kepada konsumen. Untuk menjaga performa dan pelayanannya terhadap konsumen, Amazon.com selalu memberikan suatu pemberitahuan pada para penjual untuk mengirimkan barangnya yang sudah dibayar konsumen dengan jangka waktu 2 hari.
  3. Look and fell. com mendesain websitenya dengan kombinasi warna yang dirasa cukup elegan, selain itu tampilan yang user frendly sangat memudahkan konsumen dan penjual untuk membeli dan menjual produknya.
  4. Advertising and Incentives. com memberikan diskon-diskon pada produk yang dijualnya, bahkan pada saat awal konsumen mengunjungi Amazon.com langsung disuguhkan barang apa yang sedang promo pada saat itu. Blibli.com pun memberikan free voucher sebesar Rp 150.000,00 dan tambahan 1000 poin yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya pembelian.
  5. Personal attention. com menyediakan fasilitas filter bagi konsumen untuk memilih kriteria produk sesuai dengan keinginannya secara cepat.
  6. Community relationship. Blibli.com menyediakan fasilitas yang memungkinkan pembeli dan pembeli ataupun pembeli dan penjual untuk saling berdiskusi mengenai produk serta salim memberikan pengalamannya setelah menggunakan produk yang dibelinya. Pembeli pun dapat menilai barang dan pelayanan yang diberikan oleh penjual.
  7. Security and reliability. Kerahasiaan data pembeli dan penjual sangat dijaga dengan aman. Konsumen difasilitasi dengan prosudur pembayaran yang aman.
  8. Great customer communication. Konsumen secara mudah dapat mengecek sudah pada tahapmana proses pembelian yang dilakukannya.

 

 

TUGAS NO 3

 

  1. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan ! Jelaskan pula hal hal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan system tersebut!

Jawaban:

  • PENDEKATAN INSOURCING

Pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing artinya ialah suatu perusahaan membangun sistem informasi tanpa bantuan spesialis dari luar perusahaan. Strategi ini dapat diterapkan hanya apabila perusahaan sudah memiliki tenaga ahli atau spesialis yang mampu membangun sendiri sistem informasi untuk perusahaannya. Pengembangan sistem informasi sangat mahal apabila harus membeli dari pihak lain, karena hal itu lah strategi insourcing ini merupakan strategi pertama yang terpikirkan oleh perusahaan yang memiliki keterbatasan biaya. Seringkali pengembagan strategi dengan menggunakan pendekatan insourcing diimplementasikan pada sistem informasi dengan skala kecil dan bersifat sederhana.

Hal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sistem dengan pendekatan insourcing ialah ketersediaan atau ada tidaknya suatu sumberdaya manusia yang memadai untuk melakukan pengembangan ini kemudian seberapa baik kualitas tenaga ahli atau spesialis sistem informasi yang dimiliki perusahaan tersebut. Semakin baik kualitas tenaga ahli yang dimiliki maka akan semakin besar peluang suksesnya pengembangan sistem informasi.

Pendekatan Insourcing
Kelebihan Kekurangan
1.      Umumnya sistem yang dikembangkan akan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, karena karyawan peusahaan nya sendiri yang langsung melakukan pengembangan.

2.      Biaya yang relative rendah, karena dilakukan oleh pegawai internal perusahaan.

3.      Dapat segera direalisasikan.

4.      Dokumentasi terkait pengembangan sistem informasi yang disertakan akan lebih lengkap.

5.      Kemudahan dalam modifikasi dan pemeliharaan sistem informasi.

6.      Kemudahan dalam melakukan pengawasan/control

7.      Keamanan data lebih terjamin.

8.      Kendali terhadap aplikasi strategi dan pengambilan keputusan dalam pengembangan sistem informasi sepenuhnya berada di tangan perusahaan.

9.      Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasi lebih mudah danlebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

10.  Peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dimana karyawan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan membangun sistem informasi perusahaan.

11.  Dalam jangka panjang akan meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan

1.      Waktu pengembangan akan lebih lama dikarenakan terbaginya konsentrasi pegawai dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien, kecuali perusahaan memang memiliki divisi khusus pengembangan sistem informasi.

2.      Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).

3.      Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.

4.      Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.

5.      Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan sistem.

6.      Kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan.

  • PENDEKATAN OUTSOURCING

Pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan outsourcing ialah mengontrakkan pekerjaan pengembangan sistem informasi kepada pihak ketiga. Ada beberapa gradasi outsourcing yang bisa ditempuh oleh organisasi. Pertama, membeli perangkat lunak sistem informasi yang siap pakai. Kedua, membeli perangkat lunak siap pakai dan meminta pembuatnya untuk memodifikasi sistem tersebut sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, membeli perangkat lunak siap pakai beserta izin untuk memodifikasi sendiri sistem tersebut sesuai kebutuhan organisasi. Keempat, mengontrakkan sepenuhnya pembangunan sistem informasi baru ke pihak ketiga. Pendekatan outsourcing biasanya diterapkan oleh perusahaan yang tidak cukup memiliki sumber daya manusia (tenaga ahli atau spesialis sistem informasi) untuk pengembangan sistem, namun memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem yang ada dari pihak di luar perusahaan. Outsourcing dalam arti luas adalah pembelian sejumlah barang atau jasa yang semula dapat dipenuhi oleh internal perusahaan tetapi sekarang dengan memanfaatkan mitra perusahaan sebagai pihak ketiga (O’Brien dan Marakas, 2010). Dalam kaitannya dengan TI, outsorcing digunakan untuk menjangkau fungsi TI secara luas dengan mengontrak penyedia layangan eksternal.

Hal yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan outsourcing baik dalam bentuk penyelesaian proyek yang sukses atau dalam dari segi biaya yang lebih rendah, kualitas SI yang lebih baik, transfer knowledge dan keuntungan strategis lainnya menurut Hancox dan Hackney (2003) dan Chi-wei et al (2000) dalam Waheed dan Molla (2004), bergantung pada kualitas hubungan antara penyedia layanan outsourcing dan klien.

Pendekatan Outsourcing
Kelebihan Kekurangan
1.      Kemampuan penggunaan teknologi yang tepat dan spesifik, karena penyedia outsourcing tentu memiliki keahlian teknologi dan kemampuan spesifik yang dapat mendukung operasi dari sistem teknologi informasi dibutuhkan  perusahaan. Penyedia outsourcing juga memiliki tenaga ahli yang dapat menjalankan dan membuat teknologi tersebut berjalan dengan efisien dan maksimal. Dengan menggunakan jasa dari penyedia outsourcing, perusahaan dapat fokus dengan core business sehingga tidak perlu memikirkan  perkembangan teknologi informasi dan membangun sebuah tim atau departemen untuk mengatasi semua permasalahan yang berhubungan dengan hal tersebut.

2.      Efisiensi waktu dan biaya, Implementasi outsourcing akan membawa perusahaan untuk lebih memfokuskan sumber-sumber dayanya untuk mengembangkan atau bertahan dalam kompetisi di lingkungan bisnisnya, perusahaan tidak perlu memikirkan semua masalah yang timbul diluar lingkar utama bisnisnya, mereka dapat menggunakan penyedia outsourcing teknologi informasi untuk mengatasi permasalahan di sekitar teknologi informasi yang merupakan problem-problem diluar lingkar bisnis utama mereka untuk tetap mendukung aktifitas di bisnis utama mereka.

3.      Skalabilitas  dan Kemampuan Beradaptasi, Membangun dan memelihara infrastruktur IT membutuhkan banyak waktu. Sektor IT menjadi lebih kompetitif, sehingga mengambil terlalu banyak waktu untuk penerapan satu teknologi akan sangat berisiko. IT outsourcing memungkinkan percepatan adaptasi dan transformasi bisnis Anda terhadap perubahan pasar atau ancaman para pesaing.

4.      Kualitas pelayanan dan kemampuan yang maksimal dari tenaga ahli, Penyedia outsourcing teknologi informasi adalah ahli di dalam menjalankan sistem teknologi informasi. Mereka dapat menyediakan pelayanan yang profesional, efektif dan efisien. Tenaga ahli dilingkungan perusahaan sendiri atau tenaga professional information sistem internal akan dibebaskan dari pengurusan operasi setiap hari dan dapat lebih difokuskan untuk perencanaan dan pengembangan sistem teknologi informasi yang akan mendukung bagi aktifitas utama dari perusahaan.

5.      Fleksibel, Kemampuan dan pengalaman teknologi informasi dari penyedia outsourcing yang sudah biasa menangani permasalahan di bidang teknologi informasi akan membantu perusahaan untuk dapat selalu melakukan up to date teknologinya tanpa mengeluarkan biaya yang besar. penggunaan teknologi Informasi bagi penunjang aktifitas perusahaan dapat berjalan sefleksibel mungkin, karena penyedia outsourcing dapat dengan cepat mengantisipasi perkembangan teknologi informasi.

1.      Eskalasi biaya, mengacu pada semua pembengkakan biaya akibat pengerjaan operasi sistem informasi yang berjalan melebihi kontrak awalnya.

2.      Penurunan kualitas layanan, mengacu pada semua penurunan dalam tingkat layanan dibandingkan apa yang sudah disepakati pada kontrak.

 

 

TUGAS NO 4

 

  1. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu software. Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi ?

Jawaban :

Urgensi maintainability pada software terjadi karena pentingnya usaha perbaikan secara berkelanjutan dengan tujuan mempertemukan kebutuhan organisasi terhadap sistem dengan kinerja sistem yang sudah dibangun. Selain hal tersebut, maintainability suatu software adalah pentingnya perawatan atau pemeliharaan dan pengembangan agar software tersebut siap untuk digunakan kapanpun. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu software akan mengalami kerusakan atau membutuhkan suatu penyempurnaan lebih lanjut. Programer yang bertugas melakukan maintainance diharapkan mampu memenuhi kebutuhan end user, akan lebih baik apabila programer ini juga terlibat dalam proses pengembangan software tersebut. Dengan demikian maintainability merupakan salah satu faktor terkait kemampuan suatu software beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam suatu perusahaan.

Menurut ISO 9126 maintanability merupakan sekumpulan atribut yang menerangkan usaha yang diperlukan untuk melakukan perbaikan dan perubahan terhadap suatu perangkat lunak. Karakteristik maintanability menurut ISO 9126 (2000) terdiri atas beberapa subkarakteristik lain seperti:

  • Analyzability, merupakan kemudahan untuk menentukan penyebab kesalahan dari suatu sistem software.
  • Changeability, merupakan kualitas lain dari flexibility yang berarti kemudahan dilakukannya perubahan atau modifikasi terhadap software.
  • Stability.
  • Testability.

Terdapat tiga alasan yang mendasari pentingnya pemeliharaan sistem atau maintenance system, antara lain :

  1. Memperbaiki Kesalahan (Correcting Errors)

Maintenance dilakukan untuk mengatasi kegagalan dan permasalahan yang muncul saat sistem dioperasikan. Maintenance software yang disediakan oleh vendor harus menawarkan perlindungan, mencegah dari adanya kesalahan pemrograman (bugs) atau kelemahan selama proses pengembangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, sehingga kesalahan tersebut dapat diperbaiki.

  1. Menjamin dan Meningkatkan Kinerja Sistem (Feedback Mechanism)

Aktivitas ini dilakukan secara periodik dengan melakukan audit sistem untuk memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik melalui monitoring sistem secara terus menerus terhadap potensi masalah atau perlu tidaknya melakukan perubahan terhadap sistem.

  1. Menjaga Kemutakhiran Sistem (System Update)

Selain sebagai proses perbaikan kesalahan dan kajian pasca implementasi, system maintenance juga meliputi proses modifikasi terhadap sistem yang telah dibangun karena adanya perubahan dalam organisasi atau lingkungan bisnis. Sehingga, system maintenance menjaga kemutakhiran sistem (system update) melalui modifikasi-modifikasi sistem yang dilakukan.

Oleh karena itu maintainability menjadi hal yang sangat penting dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi.


 

TUGAS NO 5

 

  1. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari system informasi yang lama ke sistem informasi yang baru dapat dilakukan ?

 Jawaban :

 Konversi sistem merupakan penerapan dari sistem lama ke sistem baru. Dalam penerapannya konversi sistem dapat dilakukan dalam beberapa cara. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan sistem baru ini adalah bagaimana caranya perubahan ini tidak mengganggu kelancaran aktivitas suatu perusahaan.

Ada empat metode konversi sistem yang dapat digunakan:

  1. Konversi Langsung (Direct Conversion)

Konversi ini dilakukan dengan menghentikan sistem lama dan menggantikannya dengan sistem baru. Cara ini memiliki resiko kegagalan yang tinggi, namun relatif tidak mahal. Konversi ini mengimplementasian sistem baru dan pemutusan jembatan sistem lama (pendekatan cold tukey). Pendekatan ini akan bermanfaat bila sistem tidak mengganti sistem lain, sistem yang lama sepenuhnya tidak bernilai, sistem yang baru bersifat kecil atau sederhana atau keduanya, rancangan sistem baru sangat berbeda dari sistem lama, dan perbandingan antara sistem-sistem tersebut tidak berarti.

  1. Konversi Paralel (Parallel Conversion)

Konversi ini dilakukan dengan menerapkan sistem baru namun sistem lama masih dijalankan hingga waktu tertentu dimana suatu sistem baru tersebut secara total dapat diterima dan digunakan sehingga sistem lama dapat ditinggalkan. Pada saat kedua sistem tersebut berjalan biasanya dilakukan pembandingan atau evaluasi terhadap kedua sistem tersebut. Kekurangan pada sistem yang baru dapat diperbaiki terlebih dahulu sebelum sistem lama ditinggalkan. Cara ini merupakan pendekatan yang paling aman yang memberikan derajat proteksi yang tinggi kepada organisasi dari kegagalan sistem baru, namun merupakan cara yang paling mahal karena pemakai harus menjalankan dua sistem sekaligus.

  1. Konversi Bertahap (Phase-In Conversion)

Konversi ini dilakukan dengan menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali dengan yang lama. Sedangkan jika sebaliknya, tidak terjadi sesuatu, maka  modul-modul baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti modul-modul lama yang lain. Dengan pendekatan ini, maka sistem lama akan tergantikan dengan sistem baru. Kelebihan pendekatan ini adalah kecepatan perubahan dalam  organisasi tertentu dapat diminimisasi dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode yang luas. Kelemahan pendekatan ini adalah keperluan biaya yang besar untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem lama dan daya serap yang terbatas.

  1. Konversi Pilot (Pilot Conversion)

Konversi sistem dengan cara ini dilakukan dengan cara penerapan sistem pada suatu sub unit organisasi sebagai objek percontohan (pilot) sistem yang baru. Apabila setelah di uji-coba operasi dan ternyata sistem baru tersebut merupakan sistem yang lebih baik daripada sistem yang lama, maka sistem baru tersebut dapat diaplikasikan atau dipergunakan oleh organisasi. Dengan menerapkan metode ini, hanya sebagian dari organisasi yang mengembangkan sistem baru. Pendekatan ini merupakan pendekatan dengan biaya dan resiko yang rendah karena segala kesalahan dapat dikoreksi sebelum implementasi lebih jauh dilakukan.

Pelaksanaan konversi sistem informasi manajemen bergantung pada kebijakan masing-masing organisasi. Model konversi parallel, pilot, dan bertahap memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan dengan sistem yang baru dan tetap menjaga kelancaran aktivitas organisasi, karena perubahan dilakukan secara bertahap. Ketiga model terbut juga memberikan organisasi untuk melakukan evaluasi dan perbandingan sistem antara yang baru dengan yang lama. Sehingga konversi ketiga model tersebut lebih cocok diterapkan pada organisasi besar atau organisasi induk yang memiliki banyak kegiatan dan divisi/bagian. Metode konversi langsung lebih cocok diterapkan pada organisasi kecil atau cabang. Pada organisasi kecil lebih memungkinkan diterapkan metode konversi langsung karena proses konversi sistem yang tidak serumit proses konversi sistem pada organisasi besar.

 

 

 

Uncategorized

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN KONSUMEN

Konsumen ialah seseorang maupun kelompok yang melakukan konsumsi dan menghabiskan barang dan jasa. Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi proses keputusan konsumen :

  1. Kegiatan/strategi pemasaran yang dilakukan oleh :
  2. Individu konsumen
  3. Lingkungan

Faktor Individu Konsumen

Faktor individu konsumen terdiri dari, motivasi, kepribadian konsep diri, proses pengolahan informasi dan persepsi konsumen, proses belajar konsumen, pengetahuan konsumen, dan sikap konsumen. Motivasi adalah daya dorong yang ada di dalam diri konsumen, daya dorong ini yang akan mengakibatkan suatu konsumen melakukan tindakan yang bertujuan. Motivasi muncul karena kebutuhan konsumen, kebutuhan muncul karena adanya kesenjangan yaitu apa yang dia rasakan dengan apa yang ingin dia rasakan. Contohnya rasa lapar, ketika seseorang merasa lapar maka inilah yang mendorong seorang konsumen pergi ke restoran untuk mencari makanan. Teori Schiffman dan Kanuk menggambarkan bagaimana pertama konsumen merasakan kesenjangan yang menimbulkan tekanan, stress, dan memberi dorongan kepada konsumen untuk  melakukan sutu tindakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan pada akhirnya menurunkan tensi tekanan yang dirasakan konsumen.

Kebutuhan dapat muncul karena dua faktor, faktor pendorong dan faktor manfaat. Faktor pendorong contohnya yang pertama ialah kebutuhan yang dirasakan konsumen akan mucul dari dalam diri konsumen sendiri atau kebutuhan primer/fisiologis (lapar, haus, dll..), seringkali kebutuhan fisik yang dirasakan konsumen tidak disadari oleh konsumen, yaitu kebutuhan laten/tertidur. Kebutuhan laten atau tertidur ini akan muncul ketika seorang ahli menyatakan demikian. Kedua adalah kebutuhan sekunder, yaitu ketika konsumen dipengaruhi lingkungan.

Faktor manfaat contohnya kebutuhan utilitarian dan kebutuhan hedonik atau ekspresif (psikologis). Contoh kebutuhan utilitarian misalnya seorang konsumen kesulitan membuka suku cadang mobil,  maka ini akan mendorong konsumen untuk mencari alat yang berfungsi untuk membuka suku cadang mobil. Contoh kebutuhan hedonik misalnya seorang konsumen harus memakai pakaian merek Arrow, karena merasa lebih pantas dan dihargai.

Merumuskan Strategi Pemasaran Berdasarkan Motivasi dan Kebutuhan Konsumen

Mengetahui beragam motivasi dan kebutuhan yang dimiliki oleh konsumen kemudian mengelompokan konsumen berdasarkan motivasi dan kebutuhannya dalam membeli produk akan sangat berguna bagi pemasar untuk memahami konsumen, menetapkan strategi dalam menentukan target pasar mana yang akan digarap, dan produk seperti apa yang akan dilempar ke target pasar tersebut . Misalnya produk pakaian Arrow yang memahami bahwa ada sebagian konsumen yang menginginkan pakaian yang bukan hanya sekedar dapat menutupi pakaian mereka saja namun dapat membuat mereka lebih percaya diri dan merasa lebih dihargai saat mereka memakainya.

Uncategorized

MARKETING CLASS

Rizki Rahmadian Miftahul Ula

Graduate Student of Master Program in Management
Graduate School School of Business (www.mb.ipb.ac.id)
Bogor Agriculture University (www.ipb.ac.id)

MARKETING CLASS
Lecturer

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id,www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
Dr. Kirbandoko, M.S.M.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

Pak ujang is my marketing docent, Last saturday he gave me task to make a blog with english, i think he know that my english is still “acak kadut” in sundanese language or so messy in english, hahahaha, so with this task he want me to fix my english (i think, wkwkw).  This is my first blog with english about my first marketing class,

My first class was held on Thursday, 4th Feb 2016. I was late for my first meeting, because i had so many job task that i must finish on time before i went to BULOG (My class held there). My class started on 7 pm, but i was arrived there on 7.30 pm. I was sat on the hindmost seats. Suddenly my classmate gave me a book, the book title is “PEMASARAN STRATEGIK :Perspektif perilaku konsumen dan marketing plan”. The book is thick.

Dr. Kirbandoko, M.S.M. was my first marketing docent. We can call him Pak Kir or Pak Kiko. Pak Kir is fanny person. Sometime he make a joke that make us lough, His joke made us not sleepy, hence we can be focuses to the material course. I think every docent should be like him, so that we can avoid sleepy when we were studying, hahaha.

To be continue ….

Text Book

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.

Silahkan download e-book:

2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen dan Marketing Plan

Buku Manajemem Pemasaran

SYNOPSIS

Marketing Strategy is tell about how the firms understanding consumers, so the firm can make a marketing strategy to achieve their goals. Marketing is how to understand the needs of consumers and develops preposition to give superior value. The value of the brand made from consumer’s trust. This trust will make relationship between consumer and brand. This book is also showing the steps to builds brand equity and explain some method for measuring brands equity.

 

buku mp2

Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.

Skip to toolbar